Search This Blog

Thursday, September 4, 2014

Manfaat Gerakan sholat buat kesehatan badan jasmani

Bismillah
1. Manfaat Gerakan Shalat (sumber:
Sarkub.com )
Shalat merupakan rukun Islam yang ke-2 setelah
membaca dua kalimah syahadah. Pada awalnya
shalat hanya dikenal sebagai kewajiban belaka,
tetapi kemudian para pakar kesehatan mulai
menelusuri manfaat lain dari shalat bila dilihat
dari segi gerakan-gerakannya.
Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan
utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan
shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh
manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah
gudang obat dari berbagai jenis penyakit.
Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang
sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya
manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai
ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar
bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa,
perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat
diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan
dunia barat. Mereka pun serta merta ikut
berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien
mereka.
Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat
merupakan ibadah yang paling tepat untuk
metabolisme dan tekstur tubuh manusia.
Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai
manfaat masing-masing. Misalnya:
a. Takbiratul Ihram
Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar
tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada
bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk
melancarkan aliran darah, getah bening (limfe),
dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di
bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer
ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan,
otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya
oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan
didekapkan di depan perut atau dada bagian
bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai
gangguan persendian, khususnya pada tubuh
bagian atas.
b. Ruku’
Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang
yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di
atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi
kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini
bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi
serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae)
sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi
jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah
maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan
yang bertumpu di lutut berfungsi untuk
merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah.
Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih
sehingga gangguan prostate dapat dicegah.
c. I’tidal
Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah
mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal
merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan
sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai
latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan.
Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ
pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan
dan pelonggaran secara bergantian. Tentu
memberi efek melancarkan pencernaan.
d. Sujud
Menungging dengan meletakkan kedua tangan,
lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi
sujud berguna untuk memompa getah bening ke
bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas
otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa
mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh
pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu,
sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah,
tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi
kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini
menghindarkan seseorang dari gangguan wasir.
Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud
memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan
kesehatan organ kewanitaan.
Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu,
termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh
bagian atas ditumpukan pada lengan hingga
telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada
otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan
wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah
bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar
air susu di dalamnya.
Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa
dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut
(rectus abdominis dan obliqus abdominis
externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta
pinggang terangkat melampaui kepala dan dada.
Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk
mengejan lebih dalam dan lebih lama yang
membantu dalam proses persalinan. Karena di
dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang
baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi.
Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih
besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru
menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan
tubuh dapat mengembalikan dan
mempertahankan organ-organ perut pada
tempatnya kembali (fiksasi) .
Gerakan sujudtergolong unik. Sujud memiliki
falsafah bahwa manusia menundukkan diri
serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari
pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu
psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan
tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di
dalami Prof. Soleh, gerakan ini mengantarkan
manusia pada derajat setinggi-tingginya.
Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin,
pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima
banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi
jantung berada di atas kepala yang
memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak.
Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya
oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan
kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinyu
dapat memicu peningkatan kecerdasan
seseorang.
Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang
cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidk
akan memasuki urat saraf di dalam otak
melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat.
Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk
beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah
akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti
waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan
dalam Islam.
Riset di atas telah mendapat pengakuan dari
Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan
seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak
dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah
diamdiam melakukan riset pengembangan khusus
mengenai gerakan sujud. Di samping itu,
gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip
gerakan yoga ataupun peregangan (stretching).
Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan
melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat
dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam
shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota
tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.
e. Duduk di antara sujud
Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu
iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat
akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak
kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada
pangkal paha yang terhubung dengan saraf
nervus Ischiadius. Posisi ini mampu
menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang
sering menyebabkan penderitanya tak mampu
berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria
sebab tumit menekan aliran kandung kemih
(uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan
saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan
benar, posisi seperti ini mampu mencegah
impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada
iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot
tungkai turut meregang dan kemudian relaks
kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang
menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ
gerak kita.
Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot-
otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini
terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan,
dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.
Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan
daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan
di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan
harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi
ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan
daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang
memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum
f. Salam
Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri
secara maksimal. Salam bermanfaat untuk
merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala
menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga
mencegah sakit kepala serta menjaga
kekencangan kulit wajah.
Pada dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan
meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan
sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan
secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat
segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung
dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

No comments:

Post a Comment

Melagkah pasti